ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL BAB IV

BAB IV

PEMBAHASAN

 

Berdasarkan data KIA hasil pemeriksaan tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa pada kasus Ny.“L” tahap pengkajian terdiri dari data subyektif  ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya karena ibu sulit buang air besar.

Dalam hal ini jika dikaitkan menurut Varney (2007), yang menyatakan bahwa dalam kehamilan berlangsung ada sejumlah faktor turut mempengaruhi perkembangan dan perubahan fisik dan psikis ibu.

Dari hasil pengkajian secara keseluruhan dapat menginterpretasikan data dengan benar sebagai pendukung menegakkan diagnosa Ny “ L”, umur 30 tahun, G3 P2 A0 Ah2, UK 21minggu 6hari. Tahap antisipasi masalah potensial dan kebutuhan segera tidak ditemukan masalah yang berarti. Tahap intervensi disusun berdasarkan rasionalisasi dimana pada kasus Ny.“L” dengan adanya keluhan konstipasi sudah sesuai dengan kebutuhan nutrisi dinyatakan dengan BB ibu mengalami kenaikan secara bertahap. Manajemen kebidanannya pun terdiri dari:

  1. A.     PENGKAJIAN DATA

Yaitu dengan pengumpulan data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap. Pada langkah ini diperlukan hasil anamnesa ibu yaitu ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya karena ibu sulit buang air besar dan ini kunjungan ulang. HPHT 04-09-2012, UK 21+6 minggu, dan pertama kali merasakan gerakan janin pada umur 16 minggu. Pada langkah pengumpulan data ini sudah sesuai dengan teori, tidak ada kesenjangan teori dan praktik.

  1. B.     INTERPRETASI DATA DASAR

Data dasar yang sudah dikumpulkan di interprestasikan sehingga ditemukan masalah/ diagnosa yang spesifik. Dari kasus yang ditemukan, seorang ibu hamil fisiologis Ny “L” umur 30 tahun, G3 P2 A0 Ah2, UK 21+6  minggu, sehingga disimpulkan antara teori dan praktik tidak ada kesenjangan.

  1. C.     DIAGNOSIS POTENSIAL

Yaitu mengindentifikasi masalah potensial atau diagnosis potensial berdasarkan diagnosis atau masalah yang sudah diidentifikasi. Dari kasus yang ditemukan hasil anamnesa, hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetric, maupun pemeriksaan penunjang tidak ditemukannya adanya masalah potensial, sehingga langkah ini tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik.

  1. D.     PERENCANAAN

Pada langkah ini dilakukan rencana asuhan yang menyeluruh, ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya.

  1. E.     PELAKSANAAN

Pada langkah ini dilakukan secara menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah perencanaan dan dilaksanakan secara efisien.

  1. F.      EVALUASI

Pada langkah ini dilakukan evaluasi secara efektif dari asuhan yang diberikan meliputi kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana yang telah diidentifikasi didalam diagnosos dan masalah. Pada langkah ini tidak ditemukan adanya kesenjangan antara praktik dan teori.

  1. 1.      Evaluasi tindakan

No

Tindakan

Teori

Keterangan

1

Menyambut pasien dengan sopan dan ramah.

Menyambut  pasien dengan sopan dan ramah.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

2

Memperkenalkan diri pada pasien.

Memperkenalkan diri pada pasien.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

3

Menjelaskan maksud dan tujuan.

Menjelaskan maksud dan tujuan.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

4

Merespon terhadap reaksi pasien dengan cepat.

Merespon terhadap reaksi pasien dengan cepat.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

5

Bekerja cepat dan teliti.

Bekerja cepat dan teliti.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

6

Menanyakan nama dan usia ibu.

Menanyakan nama dan usia ibu.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

7

Mengevaluasi penemuan yang terjadi serta aspek – aspek yang menonjol pada wanita hamil :

  1. Oleh karena telah banyak dilakukan pengkajian mengenai riwayat ibu dan pemeriksaan lengkap selama kunjungan antenatal pertama, maka kunjungan ulang difokuskan pada penpdeteksian komplikasi – komplikasi,  kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pembelajaran.
  2. Menginventarisasi beberapa masalah yang terjadi beserta aspek – aspek yang menonjol yang membutuhkan penanganan dan pemberian KIE.

Mengevaluasi penemuan yang terjadi serta aspek – aspek yang menonjol pada wanita hamil :

  1. Oleh karena telah banyak dilakukan pengkajian mengenai riwayat ibu dan pemeriksaan lengkap selama kunjungan antenatal pertama, maka kunjungan ulang difokuskan pada penpdeteksian komplikasi – komplikasi,  kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pembelajaran.
  2. Menginventarisasi beberapa masalah yang terjadi beserta aspek – aspek yang menonjol yang membutuhkan penanganan dan pemberian KIE.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

8

Mengevaluasi data dasar

  1. Melakukan evaluasi data dasar yang dipertimbangkan dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan yang pertama.
  2. Evaluasi tersebut dapat dicermati pada tabel berikut ini :

–    Data Dasar : Pertimbangan.

–    Amenore : Diagnosis kehamilan.

–    Tanggal menstruasi terakhir : Diagnosis kehamilan.

–    Keluhan yang disampaikan pasien  : Pemberian konseling.

–    Hasil pemeriksaan fisik  : Diagnosis kehamilan.

  • Kenaikan BB.
  • Tes urin kehamilan ( tes HCG ) positif.
  • Cloasma gravidarum.
  • Perubahan pada payudara.
  • Linea nigra.
  • Tanda Chadwick.
  • Tanda hegar.

Mengevaluasi data dasar

  1. Melakukan evaluasi data dasar yang dipertimbangkan dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan yang pertama.
  2. Evaluasi tersebut dapat dicermati pada tabel berikut ini :

–    Data Dasar : Pertimbangan

–    Amenore : Diagnosis kehamilan.

–    Tanggal menstruasi terakhir : Diagnosis kehamilan.

–    Keluhan yang disampaikan pasien  : Pemberian konseling.

–    Hasil pemeriksaan fisik  : Diagnosis kehamilan.

  • Kenaikan BB.
  • Tes urin kehamilan ( tes HCG ) positif.
  • Cloasma gravidarum.
  • Perubahan pada payudara.
  • Linea nigra.
  • Tanda Chadwick.
  • Tanda hegar.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

9

Mengevaluasi :

  1. Bidan melakukan penilaian mengenai efektifitas asuhan yang sudah dilaksanakan pada kunjungan. Sebelumnya.
  2. Kegiatan ini bertujuan agar hal yang kurang efektif yang dilakukan pada asuhan sebelumnya tidak terulang lagi serta mmemastikan aspek mana yang efektif agar tetap dipertahankan.
  3. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh bidan adalah :

–    Menanyakan kembali kepada pasien mengenai apa yang sudah dilakukan pada kunjungan sebelumnya.

–    Melakukan pemeriksaan fisik terutama hal – hal yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan janin.

  1. Beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada pasien antara lain sebagai berikut :

–   Kesan pasien secara keseluruhan mengenai proses pemberian asuhan pada kunjungan sebelumnya.

–   Hal – hal yang membuat pasie kurang merasa nyaman.

–   Peningkatan pengetahuan pasien mengenai perawatan kehamilan hasil dari proses KIE yang lalu.

–   Berkurangnya ketidaknyamanan yang dirasakan pada kunjungan yang lalu setelah dilakukan penatalaksanaan.

Mengevaluasi :

  1. Bidan melakukan penilaian mengenai efektifitas asuhan yang sudah dilaksanakan pada kunjungan sebelumnya.
  2. Kegiatan ini bertujuan agar hal yang kurang efektif yang dilakukan pada asuhan sebelumnya tidak terulang lagi serta mmemastikan aspek mana yang efektif agar tetap dipertahankan.
  3. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh bidan adalah :

–    Menanyakan kembali kepada pasien mengenai apa yang sudah dilakukan pada kunjungan sebelumnya.

–    Melakukan pemeriksaan fisik terutama hal – hal yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan janin.

  1. Beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada pasien antara lain sebagai berikut :

–   Kesan pasien secara keseluruhan mengenai proses pemberian asuhan pada kunjungan sebelumnya.

–   Hal – hal yang membuat pasie kurang merasa nyaman.

–   Peningkatan pengetahuan pasien mengenai perawatan kehamilan hasil dari proses KIE yang lalu.

–   Berkurangnya ketidaknyamanan yang dirasakan pada kunjungan yang lalu setelah dilakukan penatalaksanaan.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

10

Pengkajian Data Fokus :

  1. Riwayat

–   Menayakan bagaimana perasaan pasien sejak kunjungan terakhirnya.

–   Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir.

–   Gerakan janin dalam 24 jam terakhir.

  1. Deteksi ketidaknyamanan.

–   Menanyakan keluhan – keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil.

–   Menanyakan kemungkinan tanda – tanda bahaya yang dialami oleh ibu.

  1. Pemeriksaan Fisik.

–   Pemeriksaan tekanan darah.

–   Mengukur TFU.

–   Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan kehamilan ganda, serta mengetahui presentasi, letak, posisi dan penurunan kepala ( jika UK >36 minggu ).

–   Memeriksa DJJ.

  1. Pemeriksaan Laboratorium.

–   Protein urine.

–   Glukosa urine.

Pengkajian Data Fokus :

a. Riwayat

–   Menayakan bagaimana perasaan pasien sejak kunjungan terakhirnya.

–   Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir.

–   Gerakan janin dalam 24 jam terakhir.

b. Deteksi ketidaknyamanan.

–   Menanyakan keluhan – keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil.

–   Menanyakan kemungkinan tanda  -tanda bahaya yang dialami oleh ibu.

  1. Pemeriksaan Fisik.

–   Pemeriksaan tekanan darah.

–   Mengukur TFU.

–   Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan kehamilan ganda, serta mengetahui presentasi, letak, posisi dan penurunan kepala ( jika UK >36 minggu ).

–   Memeriksa DJJ.

  1. Pemeriksaan Laboratorium.

–   Protein urine .

–   Glukosa urine.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

11

Mengembangkan Rencana sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan :

  1. Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normal yang dialaminya.
  2. Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada ibu.
  3. Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi kegawatdaruratan.
  4. Ajari ibu untuk mengenal tanda – tanda bahaya, pastikan untuk memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya.
  5. Buat kesepakatan untuk kunjungan berikutnya.
  6. Menganjurkan ibu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Mengembangkan Rencana sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan :

a. Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normal yang dialaminya.

b. Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada ibu.

  1. Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi kegawatdaruratan.
  2. Ajari ibu untuk mengenal tanda – tanda bahaya, pastikan untuk memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya.
  3. Buat kesepakatan untuk kunjungan berikutnya.
  4. Menganjurkan ibu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s