ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL BAB II

BAB II

TINJAUAN TEORI

 

  1. A.     Pengertian Kehamilan dengan Konstipasi
    1. Konsep Kehamilan.
      1. Pengertian Kehamilan.

Kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh (BKKBN, 2004). Periode Antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati, yang menandai awal periode antepartum (Helen Varney, 2007).

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu / 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Berdasarkan tuanya kehamilan, kehamilan di bagi menjadi dalam 3 bagian yaitu kehamilan trimester pertama (antara 0-12 minggu), kehamilan trimester kedua (antara 13-27 minggu), kehamilan trimester ketiga (antara 27-40 minggu).

  1. Proses Kehamilan.

1)      Konsepsi.

Konsepsi adalah pertemuan antara ovum dan sperma sehat yang memungkinkan terjadinya kehamilan.

2)      Fertilisasi.

Merupakan kelanjutan dari proses konsepsi, yaitu sperma bertemu dengan ovum, terjadi penyatuan sperma dengan ovum, sampai dengan terjadinya perubahan fisik dan kimiawi ovum-sperma hingga menjadi buah kehamilan.

3)      Nidasi / implantasi.

Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.

  1. Tanda dan Gejala Kehamilan.

Untuk menegakan kehamilan ditetapkan dengan penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala kehamilan      :

1)      Tanda Presumtif Kehamilan.

a)      Amenore (tidak mendapat haid).

Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya pembentukan folikel de Graff dan ovulasi di ovarium. Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi selama kehamilan, dan perlu diketahui hari pertama haid terakhir untuk menentukan tuanya kehamilan dan tafsiran persalinan.

b)      Mual, muntah (Nausea).

Umumnya tejadi pada kehamilan muda dan sering terjadi pada pagi hari. Progesteron dan estrogen mempengaruhi pengeluaran asam lambung yang berlebihan sehingga menimbulkan mual muntah.

c)      Sinkope (pingsan).

Terjadi sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf dan menimbulkan sinkope/pingsan dan akan menghilang setelah umur kehamilan lebih dari 16 minggu.

d)      Payudara tegang.

e)      Sering kencing.

f)       Konstipasi.

2)      Tanda tidak pasti kehamilan.

a)      Perut membesar.

b)      Uterus membesar, terjadi perubahan dalam bentuk besar dan konsistensi dari rahim.

c)      Tanda hegar (pelunakan pada servik).

d)      Tanda chadwick (vagina dan vulva kebiruan).

e)      Tanda piscasek (penonjolan/pembesaran pada uterus).

f)       Braxton Hick (Kontraksi kecil uterus bila dirangsang).   

g)      Teraba ballotement.

h)      Tes urine kehamilan (Tes HCG) positif.

3)      Tanda pasti kehamilan.

a)      Terasa gerak janin.

b)      Terdengar denyut jantung janin (DJJ).

c)      Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada gambaran embrio.

  1. Perubahan Fisiologi Pada saat Kehamilan.

1)      Perubahan pada sistem reproduksi.

a)      Uterus.

Uterus bertambah besar semula 30 gram menjadi 1000 gram, pembesaran ini dikarenakan hipertropi oleh otot-otot rahim.

b)      Vagina.

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak kebiruan.

c)      Ovarium.

Ovulasi terhenti.

d)      Payudara.

Biasanya membesar dalam kehamilan, disebabkan hipertropi dari alveoli puting susu biasanya membesar dan berwarna lebih tua. Areola mammae hiperpigmentasi.

2)      Perubahan pada organ dan sistem lainya.

a)         Sistem Respirasi.

Wanita hamil tekadang mengeluh sering sesak nafas, yang sering ditemukan pada kehamilan 3 minggu ke atas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim, kapasitas paru meningkat sedikit selama kehamilan sehingga ibu akan bernafas lebih dalam.

b)        Sistem Pencernaan.

Meningkatnya hormon progesteron yang membuat otot-otot halus di seluruh tubuh menjadi lebih rileks. Akibatnya saluran pencernaan pun bekerja lebih lambat sehingga terjadi konstipasi.

c)      Perubahan pada kulit.

Terjadi kloasma gravidarum, linia nigra, dan strie gravidarum.

d)      Kebutuhan nutrisi meningkat.

e)      Pertambahan berat badan ibu hamil normal antara 11-18 kg selama hamil.

  1. Ketidaknyamanan yang Umum Terjadi dalam Kehamilan.

1)   Nausea / Morning sickness (TM I).

Kemungkinan penyebab antara lain sebagai berikut:

a) Peningkatan kadar HCG, estrogen dan progesteron.

b)   Perubahan dalam metabolisme karbohidrat.

c)    Keletihan.

Cara meringankan:

a)    Makan dengan porsi sedikit teapi sering.

b)   Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum beranjak dari tempat tidur dipagi hari.

c)    Hindari menggosok gigi segera setelah makan.

d)   Hindari bau atau faktor penyebab.

Tanda bahaya:

a)      Hiperemesis gravidarum.

b)      Kehilangan berat badan yang berlebihan.

c)      Tanda-tanda kurang gizi.

2) Peningkatan Frekuensi berkemih (TM I dan TM III).

Penyebab:

Tekanan uterus pada kandung kemih.

Cara meringankan:

a) Kosongkan kandung kemih saat terasa ada dorongan untuk berkemih.

b) Perbanyak minum pada siang hari.

c) Batasi minum minuman dengan bahan diuretik seperti kopi, teh, cola, dan kafein.

Tanda bahaya: ISK.

3)   Konstipasi (TM II dan TM III).

Konstipasi disebabkan karena peningkatan kadar progesteron yang menyebabkan peristaltik usus menjadi lambat.

Cara meringankan:

a)      Tingkatkan in take cairan serat dan air dalam diet.

b)      Konsumsi buah pepaya, semangka, wortel, dan pisang mas.

c)      Minum air dingin atau hangat saat perut dalam kondisi kosong.

d)      Istirahat yang cukup.

e)      Lakukan senam.

f)       Membiasakan buang air besar secara teratur.

g)      Buang air besar segera saat terasa ada dorongan.

Tanda bahaya: Rasa nyeri hebat di abdomen, tidak mengeluarkan gas (ada sumbatan), rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis).

4)        Sakit punggung (TM III).

Karena tekanan terhadap akar syaraf sehingga kejang otot, ukuran payudara yang semakin bertambah atau keletihan. Sebagian besar disebabkan karena perubahan sikap badan pada kehamilan lanjut karena titik berat badan berpindah kedepan disebabkan perut yang membesar.

Cara meringankan:

a)    Istirahat cukup.

b)   Gunakan BH yang menopang dan ukuran yang tepat.

c)    Hindari ketidaknyamanan karena pekerjaan dengan sepatu hak tinggi, mengangkat beban yang berat, dan keletihan.

d)    Gunakan bantal saat tidur untuk meuruskan punggung.

  1. Kebutuhan fisik ibu hamil.

1)        Oksigen.

2)        Nutrisi.

3)        Personal hygiene.

4)        Pakaian.

5)        Eliminasi.

6)        Seksual.

7)        Mobilisasi body mekanik.

8)        Exercise/ senam hamil.

  1. Kebutuhan psikologis ibu hamil.

1)        Support keluarga.

2)        Support tenakes.

3)        Rasa aman dan nyaman.

4)        Persiapan menjadi orang tua.

5)        Persiapan sibling.

  1. Standar Asuhan Kehamilan.

1)      Kunjungan Ante-natal Care (ANC) minimal:

1)      Satu kali pada trimester satu (usia kehamilan 0-13 minggu).

2)      Satu kali pada trimester dua (usia kehamilan 14-27 minggu).

3)      Dua kali pada trimester tiga (usia kehamilan 28-40 minggu).

  1. Pelayanan standar, yaitu 7T.

Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, standar minimal pelayanan pada ibu hamil adalah 7 bentuk yang disingkat dengan 7T, antara lain sebagai berikut:

1)      Timbang berat badan.

2)      Ukur tekanan darah.

3)      Ukur tinggi fundus uteri.

4)      Pemberian imunisasi TT lengkap.

5)      Pemberian tablet besi (Fe) minimal 90 tablet selama kehamilan dengan dosis satu tablet setiap harinya.

6)      Lakukan tes penyakit menular seksual (PMS).

7)      Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.

Untuk menuju persalinan yang aman dan selamat maka dibutuhkan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), antara lain:

1)   Nama Ibu

2)   Taksiran Persalinan

3)   Penolong Persalinan

4)   Tempat Persalinan

5)   Pendamping Persalinan

6)   Transportasi

7)   Calon Pendonor Darah

  1. Asuhan kehamilan pada kunjungan awal.

1)      Pengkajian data ibu hamil.

a)      Data subjektif.

  • Biodata.
  • Anamnesa.

b)        Data Objektif.

  • Pemeriksaan umum.
  • Pemeriksaan head to toe.
  • Pemeriksaan penunjang.

2)      Menentukan Diagnosis.

3)      Mengembangkan perencanaan.

 

  1. Asuhan kehamilan pada kunjungan ulang.

1)      Mengevaluasi penemuan masalah yang terjadi serta aspek-aspek yang menonjol pada wanita hamil.

2)      Mengevaluasi data dasar.

3)      Mengevaluasi keefektifan manajemen atau asuhan.

4)      Pengkajian data fokus.

a)      Riwayat.

b)      Deteksi ketidaknyamanan dan komplikasi.

c)      Pemeriksaan fisik.

d)      Pemeriksaan laboratorium.

5)      Mengembangkan rencana sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kehamilan.

  1. Konstipasi.
    1. Pengertian Konstipasi.

Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya. Walaupun jarang terjadi, konstipasi dapat menjadi lebih parah disertai dengan rasa nyeri hebat di abdomen, feses berlendir atau berdarah. Selain itu, konstipasi berkepanjangan dapat menyebabkan hemoroid yang tidak nyaman.

Makanan masuk kedalam kolon, kolon akan menyerap air dan membentuk bahan buangan sisa makanan atau tinja. Kontraksi otot kolon akan mendorong tinja ini kearah rektum. Begitu mencapai rektum, tinja akan berbentuk padat karena sebagian besar airnya akan diserap. Tinja yang keras dan kering pada konstipasi terjadi akibat kolon menyerap terlalu banyak air. Hal ini terjadi karena kontraksi otot kolon sangat perlahah-lahan sehingga menyebabkan tinja bergerak kearah kolon terlalu lama.

Buang air besar yang normal adalah 1 kali sehari sampai 2 hari sekali. Dikatakan konstipasi bila buang air besar kurang dari 3 kali perminggu atau lebih dari 3 hari tidak buang air besar dan harus mengejan secara berlebihan.

  1. Faktor-faktor yang menyebabkan konstipasi.

1)        Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

2)        Menderita panas dalam.

3)        Stres atau depresi dan aktivitas yang cukup padat.

4)        Pengaruh hormon dalam tubuh (misalnya karena menstruasi).

5)        Usus kurang elastis (karena sedang dalam masa kehamilan).

6)        Kelainan anatomis pada sistem pencernaan.

7)        Gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur (seperti diet yang buruk).

8)        Kekurangan asupan vitamin C dan kurang makan makanan berserat.

9)        Sering menahan rangsangan untuk buang air besar dalam jangka waktu yang lama.

10)    Jarang atau kurang berolahraga.

11)    Efek samping dari penggunaan suplemen zat besi.

  1. Gejala dan Tanda.

Penderita konstipasi biasanya harus mengejan dengan keras, karena tinja sulit dikeluarkan. Gejala dan tanda akan berbeda antara seseorang dengan seseorang yang lain, karena pola makan, hormon, gaya hidup dan bentuk usus besar setiap orang berbeda-beda, tetapi biasanya gejala dan tanda yang umum ditemukan pada sebagian besar atau kadang-kadang beberapa penderitanya adalah sebagai berikut:

1)        Perut terasa penuh, dan bahkan terasa kaku karena tumpukan tinja (jika tinja sudah tertumpuk sekitar 1 minggu atau lebih, perut penderita dapat terlihat seperti sedang hamil).

2)        Tinja menjadi lebih keras, panas, berwarna lebih gelap, jumlahnya lebih sedikit daripada biasanya (kurang dari 30 gram), dan bahkan dapat berbentuk bulat-bulat kecil bila sudah parah.

3)        Pada saat buang air besar tinja sulit dikeluarkan atau dibuang, kadang-kadang harus mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan tinja (bahkan sampai mengalami ambeien dan berkeringat dingin).

4)        Bagian anus terasa penuh, dan seperti terganjal sesuatu disertai sakit akibat bergesekan dengan tinja yang panas dan keras.

5)        Frekuensi buang angin meningkat disertai bau yang lebih busuk daripada biasanya (bahkan terkadang penderita akan kesulitan atau sama sekali tidak bisa buang angin).

6)        Terkadang mengalami mual bahkan muntah jika sudah parah.

7)        Sakit punggung bila tinja yang tertumpuk cukup banyak.

  1. Cara mencegah dan meringankan konstipasi yaitu:

1)      Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi seperti sereal/ roti dari gandum utuh, beras merah, kacang-kacangan, buah dan sayuran segar setiap hari.

2)      Minumlah banyak air putih, minimal 8 gelas per hari. Segelas jus buah segar setiap hari juga dapat memperlancar buang air besar.

3)      Minum air hangat di pagi hari setelah bangun tidur dapat merangsang pergerakan usus.

4)      Olahraga ringan secara teratur seperti berjalan kaki, dan berenang dapat membantu meringankan susah buang air besar, selain membuat badan lebih fit dan sehat.

5)      Buang air besar segera saat terasa ada dorongan.

6)      Jangan mengkonsumsi makanan siap saji dan bersifat panas, serta minum minuman yang berkafein dan minuman ringan.

7)      Hindari penggunaan obat pencahar, penggunaan pencahar dilakukan oleh tenaga medis dengan catatan jika cara-cara alternatif tidak berhasil.

  1. Terapi.

Hindari minyak mineral, lubrikan, dan perangsang (pencahar).

 

  1. Pengertian Kehamilan dengan Konstipasi.

Konstipasi atau susah buang air besar merupakan masalah umum yang dialami sebagian besar ibu hamil. Konstipasi terjadi karena meningkatnya hormon progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot-otot polos, salah satunya otot usus. Akibatnya saluran pencernaan bekerja lebih lambat. Selain itu, desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi. Perubahan dalam diet dan olahraga, kurangnya cairan secara adekuat dan penggunaan suplemen zat besi juga berperan terhadap munculnya konstipasi. Konstipasi terjadi pada kehamilan trimester II dan III.

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih, terutama  ketika lambung dalam keadaan kosong. Meminum air putih hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerakan peristaltik usus. Jika ibu sudah mengalami dorongan, maka segeralah untuk buanng air besar agar tidak terjadi konstipasi.

 

  1. B.     Asuhan Kehamilan dengan Konstipasi

1.Tujuan Asuhan.

  1. Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh kembang janin.
  2. Meninngkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, serta sosial ibu dan bayi.
  3. Menemukan secara dini adanya masalah atau gangguan dan kemungkinan komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan.
  4. Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat, baik ibu maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin.
  5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI eksklusif berjalan normal.
  6. Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
  7. Asuhan kehamilan dengan konstipasi.
    1. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital ibu.
    2. Beritahu ibu mengenai hasil pemeriksaannya bahwa ibu dalam keadaan sehat dan sulit buang air besar yang ibu rasakan merupakan ketidaknyamanan pada kehamilan yang fisiologis.
    3. Berikan KIE mengenai ketidaknyamanan yang ibu rasakan, antara lain:

1)      Tingkatkan in take makanan berserat tinggi seperti sereal/ roti dari gandum utuh, beras merah, kacang-kacangan, buah dan sayuran segar setiap hari.

2)      Minumlah banyak air putih, minimal 8 gelas per hari dan minum satu gelas jus buah segar setiap hari.

3)      Minum air hangat di pagi hari setelah bangun tidur, dapat merangsang pergerakan usus.

4)      Olahraga ringan secara teratur seperti berjalan kaki, dan berenang dapat membantu meringankan susah buang air besar, selain membuat badan lebih fit dan sehat.

5)      Buang air besar segera saat terassa ada dorongan.

6)      Jangan mengkonsumsi makanan siap saji dan bersifat panas, serta minum minuman yang berkafein.

7)      Istirahat yang cukup.

  1. Berikan KIE pada ibu sesuai dengan kebutuhan.
  2. Buat kesepakatan dengan ibu untuk kunjungan ulang.

 

  1. C.     Manajemen Kebidanan Menurut Varney
  2. Pengertian.

Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien.

Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh dan menyeluruh dari kepada kliennya, yang merupakan suatu proses manajemen kebidanan yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data, memberikan pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat, efektif dan efisien.

  1. Standar 7 langkah Varney, yaitu :
    1. Langkah 1 : Pengkajian.

Pada langkah ini bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien, untuk memperoleh data dapat dilakukan dengan cara:

 

1)      Anamnesa.

2)      Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

3)      Pemeriksaan khusus.

4)      Pemeriksaan penunjang.

  1. Langkah II: Merumuskan Diagnosa/Masalah Kebidanan.

Pada langkah ini identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang akurat atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik.

  1. Langkah III: Mengantisipasi Diagnosa/Masalah Kebidanan.

Pada langkah ini mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa/masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan.

  1. Langkah IV: Menetapkan Kebutuhan Tindakan Segera.

Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan/dokter dan/untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.

  1. Langkah V: Merencana Asuhan Secara Menyeluruh.

Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan penatalaksanaan terhadap masalah atau diagnosa yang telah teridentifikasi atau diantisipasi.

  1. Langkah VI: Implementasi.

Pada langkah ke enam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke lima dilaksanakan secara aman dan efisien.

  1. Langkah VII: Evaluasi.

Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasidi dalam diagnosa dan masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s