ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

 A.      Latar Belakang

Sampai saat ini kematian ibu masih merupakan salah satu masalah utama di bidang kesehatan ibu dan anak. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003, Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 307 setiap 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2007 AKI turun menjadi 228 setiap 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara (SDKI, 2007).

Secara berturut-turut penyebab kematian ibu adalah perdarahan (28%), eklampsi (24%), infeksi (11%), komplikasi masa nifas (8%), masing-masing 5% untuk emboli obstetrik, abortus, trauma obstetrik, persalinan macet, dan 11% untuk penyebab lainnya.

Angka kematian ibu dan bayi merupakan tolak ukur dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa, oleh karena itu pemerintah sangat menekankan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui program-program kesehatan. Bidan sebagai salah satu sumber daya manusia bidang kesehatan merupakan ujung tombak atau orang yang berada di garis terdepan yang berhubungan langsung dengan wanita sebagai sasaran program.

Dengan peran yang cukup besar ini maka sangat penting kiranya bagi bidan untuk melaksanakan asuhan kebidanan khususnya pada ibu hamil, sehingga kehamilan dengan komplikasi bisa terdeteksi secara dini dan kegawatdaruratan dapat dicegah.

Puskesmas Sewon II Bantul mencakup dua wilayah, yaitu desa Bangunharjo dan Panggungharjo. Jumlah kunjungan ibu hamil di Puskesmas Sewon II sebanyak 1.638 orang. Jumlah kunjungan ibu hamil normal sebanyak 1.284 orang dan jumlah kunjungan ibu hamil beresiko sebanyak 354 orang.

Kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah pada wanita yang akan menimbulkan berbagai perubahan dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Salah satu ketidaknyamanan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah sulit buang air besar atau konstipasi. Sama dengan masalah lain yang muncul di masa kehamilan, konstipasi terjadi karena meningkatnya hormon progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot-otot polos, salah satunya otot usus. Akibatnya saluran pencernaan bekerja lebih lambat. Selain itu, desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan konstipasi pada ibu hamil.

Konstipasi dapat membahayakan kesehatan ibu hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada usus besar, diantaranya kanker usus. Selain itu, konstipasi berkepanjangan dapat menyebabkan hemoroid (ambeien) yang tidak nyaman.

Cara mengatasi ketidaknyamanan ini didasarkan pada gejala yang muncul. Ibu hamil yang mengalami ketidaknyamanan sedikit yang mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi atau meringankan masalah ketidaknyamanan itu sendiri.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis akan membahas ketidaknyamanan yang umum atau biasa dialami oleh wanita selama kehamilan beserta cara-cara untuk mengatasinya dengan judul “ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL”.

 B.       Tujuan

  1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti pembelajaran praktik klinik kebidanan, mahasiswa di harapkan mendapatkan pengalaman nyata sehingga mampu memahami, melaksanakan dan menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis di dasari konsep, sikap dan keterampilan yang dimiliki dengan pendekatan manajemen kebidanan, baik secara mandiri, kolaborasi serta rujukan.

2. Tujuan Khusus

Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah kedalam proses asuhan kebidanan serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan penulis diharapkan mampu :

  1. Melaksanakan pengkajian data baik subjektif maupun objektif pada Ny. L G3P2A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Sewon II Bantul.
  2. Merumuskan interpretasi data dengan tepat pada Ny. L G3P2A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Sewon II Bantul.
  3. Menentukan diagnosa / masalah potensial dan antisipasi pada Ny. L G3P2A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Sewon II Bantul.
  4. Menetapkan kebutuhan tindakan segera yang tepat pada Ny. L G3P2A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Sewon II Bantul.
  5. Membuat perencanaan tindakan yang tepat pada Ny. L G3P2A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Sewon II Bantul.
  6. Melaksanakan rencana tindakan yang telah dibuat dengan baik pada Ny. L G3P2A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Sewon II Bantul.
  7. Melakukan evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan dari awal hingga akhir pada Ny. L G3P2A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Sewon II Bantul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s