ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL BAB IV

BAB IV

PEMBAHASAN

 

Berdasarkan data KIA hasil pemeriksaan tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa pada kasus Ny.“L” tahap pengkajian terdiri dari data subyektif  ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya karena ibu sulit buang air besar.

Dalam hal ini jika dikaitkan menurut Varney (2007), yang menyatakan bahwa dalam kehamilan berlangsung ada sejumlah faktor turut mempengaruhi perkembangan dan perubahan fisik dan psikis ibu.

Dari hasil pengkajian secara keseluruhan dapat menginterpretasikan data dengan benar sebagai pendukung menegakkan diagnosa Ny “ L”, umur 30 tahun, G3 P2 A0 Ah2, UK 21minggu 6hari. Tahap antisipasi masalah potensial dan kebutuhan segera tidak ditemukan masalah yang berarti. Tahap intervensi disusun berdasarkan rasionalisasi dimana pada kasus Ny.“L” dengan adanya keluhan konstipasi sudah sesuai dengan kebutuhan nutrisi dinyatakan dengan BB ibu mengalami kenaikan secara bertahap. Manajemen kebidanannya pun terdiri dari:

  1. A.     PENGKAJIAN DATA

Yaitu dengan pengumpulan data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap. Pada langkah ini diperlukan hasil anamnesa ibu yaitu ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya karena ibu sulit buang air besar dan ini kunjungan ulang. HPHT 04-09-2012, UK 21+6 minggu, dan pertama kali merasakan gerakan janin pada umur 16 minggu. Pada langkah pengumpulan data ini sudah sesuai dengan teori, tidak ada kesenjangan teori dan praktik.

  1. B.     INTERPRETASI DATA DASAR

Data dasar yang sudah dikumpulkan di interprestasikan sehingga ditemukan masalah/ diagnosa yang spesifik. Dari kasus yang ditemukan, seorang ibu hamil fisiologis Ny “L” umur 30 tahun, G3 P2 A0 Ah2, UK 21+6  minggu, sehingga disimpulkan antara teori dan praktik tidak ada kesenjangan.

  1. C.     DIAGNOSIS POTENSIAL

Yaitu mengindentifikasi masalah potensial atau diagnosis potensial berdasarkan diagnosis atau masalah yang sudah diidentifikasi. Dari kasus yang ditemukan hasil anamnesa, hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetric, maupun pemeriksaan penunjang tidak ditemukannya adanya masalah potensial, sehingga langkah ini tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik.

  1. D.     PERENCANAAN

Pada langkah ini dilakukan rencana asuhan yang menyeluruh, ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya.

  1. E.     PELAKSANAAN

Pada langkah ini dilakukan secara menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah perencanaan dan dilaksanakan secara efisien.

  1. F.      EVALUASI

Pada langkah ini dilakukan evaluasi secara efektif dari asuhan yang diberikan meliputi kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana yang telah diidentifikasi didalam diagnosos dan masalah. Pada langkah ini tidak ditemukan adanya kesenjangan antara praktik dan teori.

  1. 1.      Evaluasi tindakan

No

Tindakan

Teori

Keterangan

1

Menyambut pasien dengan sopan dan ramah.

Menyambut  pasien dengan sopan dan ramah.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

2

Memperkenalkan diri pada pasien.

Memperkenalkan diri pada pasien.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

3

Menjelaskan maksud dan tujuan.

Menjelaskan maksud dan tujuan.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

4

Merespon terhadap reaksi pasien dengan cepat.

Merespon terhadap reaksi pasien dengan cepat.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

5

Bekerja cepat dan teliti.

Bekerja cepat dan teliti.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

6

Menanyakan nama dan usia ibu.

Menanyakan nama dan usia ibu.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

7

Mengevaluasi penemuan yang terjadi serta aspek – aspek yang menonjol pada wanita hamil :

  1. Oleh karena telah banyak dilakukan pengkajian mengenai riwayat ibu dan pemeriksaan lengkap selama kunjungan antenatal pertama, maka kunjungan ulang difokuskan pada penpdeteksian komplikasi – komplikasi,  kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pembelajaran.
  2. Menginventarisasi beberapa masalah yang terjadi beserta aspek – aspek yang menonjol yang membutuhkan penanganan dan pemberian KIE.

Mengevaluasi penemuan yang terjadi serta aspek – aspek yang menonjol pada wanita hamil :

  1. Oleh karena telah banyak dilakukan pengkajian mengenai riwayat ibu dan pemeriksaan lengkap selama kunjungan antenatal pertama, maka kunjungan ulang difokuskan pada penpdeteksian komplikasi – komplikasi,  kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pembelajaran.
  2. Menginventarisasi beberapa masalah yang terjadi beserta aspek – aspek yang menonjol yang membutuhkan penanganan dan pemberian KIE.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

8

Mengevaluasi data dasar

  1. Melakukan evaluasi data dasar yang dipertimbangkan dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan yang pertama.
  2. Evaluasi tersebut dapat dicermati pada tabel berikut ini :

–    Data Dasar : Pertimbangan.

–    Amenore : Diagnosis kehamilan.

–    Tanggal menstruasi terakhir : Diagnosis kehamilan.

–    Keluhan yang disampaikan pasien  : Pemberian konseling.

–    Hasil pemeriksaan fisik  : Diagnosis kehamilan.

  • Kenaikan BB.
  • Tes urin kehamilan ( tes HCG ) positif.
  • Cloasma gravidarum.
  • Perubahan pada payudara.
  • Linea nigra.
  • Tanda Chadwick.
  • Tanda hegar.

Mengevaluasi data dasar

  1. Melakukan evaluasi data dasar yang dipertimbangkan dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan yang pertama.
  2. Evaluasi tersebut dapat dicermati pada tabel berikut ini :

–    Data Dasar : Pertimbangan

–    Amenore : Diagnosis kehamilan.

–    Tanggal menstruasi terakhir : Diagnosis kehamilan.

–    Keluhan yang disampaikan pasien  : Pemberian konseling.

–    Hasil pemeriksaan fisik  : Diagnosis kehamilan.

  • Kenaikan BB.
  • Tes urin kehamilan ( tes HCG ) positif.
  • Cloasma gravidarum.
  • Perubahan pada payudara.
  • Linea nigra.
  • Tanda Chadwick.
  • Tanda hegar.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

9

Mengevaluasi :

  1. Bidan melakukan penilaian mengenai efektifitas asuhan yang sudah dilaksanakan pada kunjungan. Sebelumnya.
  2. Kegiatan ini bertujuan agar hal yang kurang efektif yang dilakukan pada asuhan sebelumnya tidak terulang lagi serta mmemastikan aspek mana yang efektif agar tetap dipertahankan.
  3. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh bidan adalah :

–    Menanyakan kembali kepada pasien mengenai apa yang sudah dilakukan pada kunjungan sebelumnya.

–    Melakukan pemeriksaan fisik terutama hal – hal yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan janin.

  1. Beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada pasien antara lain sebagai berikut :

–   Kesan pasien secara keseluruhan mengenai proses pemberian asuhan pada kunjungan sebelumnya.

–   Hal – hal yang membuat pasie kurang merasa nyaman.

–   Peningkatan pengetahuan pasien mengenai perawatan kehamilan hasil dari proses KIE yang lalu.

–   Berkurangnya ketidaknyamanan yang dirasakan pada kunjungan yang lalu setelah dilakukan penatalaksanaan.

Mengevaluasi :

  1. Bidan melakukan penilaian mengenai efektifitas asuhan yang sudah dilaksanakan pada kunjungan sebelumnya.
  2. Kegiatan ini bertujuan agar hal yang kurang efektif yang dilakukan pada asuhan sebelumnya tidak terulang lagi serta mmemastikan aspek mana yang efektif agar tetap dipertahankan.
  3. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh bidan adalah :

–    Menanyakan kembali kepada pasien mengenai apa yang sudah dilakukan pada kunjungan sebelumnya.

–    Melakukan pemeriksaan fisik terutama hal – hal yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan janin.

  1. Beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada pasien antara lain sebagai berikut :

–   Kesan pasien secara keseluruhan mengenai proses pemberian asuhan pada kunjungan sebelumnya.

–   Hal – hal yang membuat pasie kurang merasa nyaman.

–   Peningkatan pengetahuan pasien mengenai perawatan kehamilan hasil dari proses KIE yang lalu.

–   Berkurangnya ketidaknyamanan yang dirasakan pada kunjungan yang lalu setelah dilakukan penatalaksanaan.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

10

Pengkajian Data Fokus :

  1. Riwayat

–   Menayakan bagaimana perasaan pasien sejak kunjungan terakhirnya.

–   Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir.

–   Gerakan janin dalam 24 jam terakhir.

  1. Deteksi ketidaknyamanan.

–   Menanyakan keluhan – keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil.

–   Menanyakan kemungkinan tanda – tanda bahaya yang dialami oleh ibu.

  1. Pemeriksaan Fisik.

–   Pemeriksaan tekanan darah.

–   Mengukur TFU.

–   Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan kehamilan ganda, serta mengetahui presentasi, letak, posisi dan penurunan kepala ( jika UK >36 minggu ).

–   Memeriksa DJJ.

  1. Pemeriksaan Laboratorium.

–   Protein urine.

–   Glukosa urine.

Pengkajian Data Fokus :

a. Riwayat

–   Menayakan bagaimana perasaan pasien sejak kunjungan terakhirnya.

–   Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir.

–   Gerakan janin dalam 24 jam terakhir.

b. Deteksi ketidaknyamanan.

–   Menanyakan keluhan – keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil.

–   Menanyakan kemungkinan tanda  -tanda bahaya yang dialami oleh ibu.

  1. Pemeriksaan Fisik.

–   Pemeriksaan tekanan darah.

–   Mengukur TFU.

–   Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan kehamilan ganda, serta mengetahui presentasi, letak, posisi dan penurunan kepala ( jika UK >36 minggu ).

–   Memeriksa DJJ.

  1. Pemeriksaan Laboratorium.

–   Protein urine .

–   Glukosa urine.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

11

Mengembangkan Rencana sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan :

  1. Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normal yang dialaminya.
  2. Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada ibu.
  3. Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi kegawatdaruratan.
  4. Ajari ibu untuk mengenal tanda – tanda bahaya, pastikan untuk memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya.
  5. Buat kesepakatan untuk kunjungan berikutnya.
  6. Menganjurkan ibu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Mengembangkan Rencana sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangan Kehamilan :

a. Jelaskan mengenai ketidaknyamanan normal yang dialaminya.

b. Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada ibu.

  1. Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi kegawatdaruratan.
  2. Ajari ibu untuk mengenal tanda – tanda bahaya, pastikan untuk memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya.
  3. Buat kesepakatan untuk kunjungan berikutnya.
  4. Menganjurkan ibu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.

 

 

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL BAB III

BAB III

TINJAUAN KASUS

 

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS

NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2

UK 21 MINGGU 6 HARI

DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL

 

No Register                             : 023009

Masuk Tanggal        : 04-02-2013                Jam      : 11.10 WIB

  1. I.                    PENGKAJIAN DATA, Tanggal 04-02-2013 Jam 11.10 WIB
  2. Data Subyektif
    1. Biodata                                          

Biodata

Ibu

Suami

Nama

Ny. L

Tn. I

Umur

30 th

37 th

Agama

Islam

Islam

Suku/ Bangsa

Jawa

Jawa

Pendidikan

D-III

S1

Pekerjaan

IRT

Karyawan Swasta

Alamat

Klegen Rt 02

Klegen Rt 02

No. Telp / Hp

08112xxxxxxxx

081321xxxxxx

  1. Anamnesa
    1. Keluhan Utama

Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya karena ibu sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu.

  1. Riwayat Perkawinan

Kawin                                                    : 1 kali

Kawin pertama (umur)                          : 22 tahun

Lama pernikahan terakhir      : 8 tahun

Status perkawinan                 : resmi

  1. Riwayat Haid

 

Menarche                                      : 11 tahun.

Siklus                                                            : 28 hari, teratur.

Lama                                             : 6-7 hari.

Volume                                         : ± 325 cc. Sehari 3x ganti pembalut, penuh.

Bau                                                : Khas darah/amis.

Konsistensi                     : Hari ke-1 dan ke-2 ada gumpalan, selanjutnya encer.

Keluhan                                         : Tidak ada.

HPHT                                                            : 04-09-2012.

HPL                                               : 11-06-2013.

UK                                                : 21 minggu 6 hari.

 

  1. Riwayat Obstetri

Ha-mil ke

Persalinan

Nifas

Umur

UK

Jenis persalinan

Penolong

Komplikasi

Jenis kelamin

BB lahir

Lak-tasi

Kompli-kasi

Ibu

Bayi

1

7th

38 mgg

Spontan

Bidan

Tidak ada

Tidak ada

P

2.900 gr

2 th

Tidak ada

2

2th

39 mgg

Spontan

Bidan

Tidak ada

Tidak ada

P

3.100 gr

2 th

Tidak ada

3

Kehamilan ini

G3 P2 A0 Ah2

  1. Riwayat KB

No

Jenis

Mulai Memakai

Berhenti/ Ganti

Tgl

Oleh

Tempat

Keluhan

Tgl

Oleh

Tempat

Keluhan

Alasan

1

Ibu mengatakan menggunakan KB kalender

                     
  1. Riwayat Kesehatan

1)      Riwayat Kesehatan Ibu.

a)      Ibu tidak pernah dirawat di RS maupun mendapatkan tindakan operasi dan tindakan apapun.

b)      Ibu tidak alergi terhadap obat.

c)      Penyakit menular.

Ibu belum pernah dan tidak sedang menderita penyakit menular, seperti TBC, Hepatitis, Tetanus, dan AIDS.

 

d)      Penyakit menurun.

Ibu belum pernah dan tidak sedang menderita penyakit keturunan, seperti Jantung, DM, Asma, dan Hipertensi.

2)      Riwayat Kesehatan Keluarga.

a)      Keluarga tidak ada riwayat keturunan kembar.

b)      Penyakit menular.

Keluarga belum pernah dan tidak sedang menderita penyakit menular, seperti TBC, Hepatitis, Tetanus, dan AIDS.

c)      Penyakit menurun.

Keluarga belum pernah dan tidak sedang menderita penyakit keturunan, seperti Jantung, DM, Asma, dan Hipertensi.

  1. Riwayat Kehamilan Sekarang.

ANC di Puskesmas Sewon II sejak umur kehamilan 7 minggu.

Gerakan pertama kali dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu.

Gerakan janin dalam 12 jam terakhir 15 kali.

Frekuensi periksa ANC: TM I    2  kali.

                                       TM II   2  kali.

                                       TM III  –   kali.

Senam hamil  : Ibu belum pernah melaksanakan senam hamil.

Imunisasi TT   :

 

TT I    tanggal 12-02-2005

TT II   tanggal 25-05-2005

TT III tanggal  30-07-2010

 TT IV belum dilakukan

 TT  V belum dilakukan

 

Pendidikan kesehatan yang diperoleh. Continue reading

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL BAB II

BAB II

TINJAUAN TEORI

 

  1. A.     Pengertian Kehamilan dengan Konstipasi
    1. Konsep Kehamilan.
      1. Pengertian Kehamilan.

Kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh (BKKBN, 2004). Periode Antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati, yang menandai awal periode antepartum (Helen Varney, 2007).

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu / 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Berdasarkan tuanya kehamilan, kehamilan di bagi menjadi dalam 3 bagian yaitu kehamilan trimester pertama (antara 0-12 minggu), kehamilan trimester kedua (antara 13-27 minggu), kehamilan trimester ketiga (antara 27-40 minggu).

  1. Proses Kehamilan. Continue reading

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS NY “L” UMUR 30 th, G3 P2 A0 Ah2 UK 21 MINGGU 6 HARI DI RUANG KIA PUSKESMAS SEWON II BANTUL BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

 A.      Latar Belakang

Sampai saat ini kematian ibu masih merupakan salah satu masalah utama di bidang kesehatan ibu dan anak. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003, Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 307 setiap 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2007 AKI turun menjadi 228 setiap 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara (SDKI, 2007).

Secara berturut-turut penyebab kematian ibu adalah perdarahan (28%), eklampsi (24%), infeksi (11%), komplikasi masa nifas (8%), masing-masing 5% untuk emboli obstetrik, abortus, trauma obstetrik, persalinan macet, dan 11% untuk penyebab lainnya.

Angka kematian ibu dan bayi merupakan tolak ukur dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa, oleh karena itu pemerintah sangat menekankan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui program-program kesehatan. Bidan sebagai salah satu sumber daya manusia bidang kesehatan merupakan ujung tombak atau orang yang berada di garis terdepan yang berhubungan langsung dengan wanita sebagai sasaran program.

Dengan peran yang cukup besar ini maka sangat penting kiranya bagi bidan untuk Continue reading

PERBEDAAN, KEKURANGAN, DAN KELEBIHAN BLOGSPOT DAN WORDPRESS

PERBEDAAN, KEKURANGAN, DAN KELEBIHAN BLOGSPOT DAN WORDPRESS

 

Blogspot dari http://www.blogger.com. Blogspot adalah sebuah layanan publikasi blog yang didirikan oleh Pyra Labs, dan diakuisisi oleh Google pada tahun 2003.

Kelebihan Blogspot:

  1. Di sponsori oleh Google
  2. Mudah dalam penempatan google adsense
  3. Pilihan gadget sangat banyak
  4. File CSS dan HTML bisa diedit dan dimodifikasi sesuka kita
  5. Dapat memposting melalui E-mail dan MMS di Hp
  6. Kemudahan dalam mengatur page elements
  7. Kemudahan dalam merubah warna themes dan lainya melalui kode HTML
  8. Bisa dipasang kode HTML sendiri dan Javascript
  9. Blogspot lebih cepat di-index oleh Google
  10. Sangat cocok untuk bisnis
  11. Gratis

Kekurangan :

  1. Tidak ada tags keyword
  2. Desain tempalate sedikit
  3. Blogspot hanya menyediakan file upload untuk gambar-gambar saja
  4. Tampilan dashboard sederhana

 

WordPress dari www.wordpress.com. WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Selain sebagai blog, WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Kelebihan WordPress : Continue reading

24 STANDAR ASUHAN PELAYANAN KEBIDANAN

TUGAS ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

24 STANDAR ASUHAN PELAYANAN KEBIDANAN

 

Dosen Pembimbing : Nurhayati Wahyu Trianingsih, S.ST

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh:

Nafiah Latif Aminy (M11.02.0024)

 

 

 

 

PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MADANI YOGYAKARTA

TAHUN AKADEMIK 2011/2012

 

Ruang lingkup standar kebidanan meliputi 24 standar yang dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Standar Pelayanan Umum (2 standar)
  2. Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)
  3. Standar Pertolongna Persalinan (4 standar)
  4. Standar Pelayanan Nifas (3 standar)
  5. Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-neonatal (9 standar)

 

24    STANDAR ASUHAN KEBIDANAN

 

  1. STANDAR PELAYANAN UMUM

STANDAR 1 : PERSIAPAN UNTUK KEHIDUPAN KELUARGA SEHAT

Tujuan:

  1. Memberikan penyuluh kesehatan yang tepat untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dan terencana serta menjadi orang tua yang bertanggung jawab.
  2. Bidan memberikan penyuluhan dan nasehat kepada perorangan, keluarga dan masyarakat terhadap segala hal yag berkaitan dengan kehamilan, termasuk penyuluhan kesehatan umum, gizi, KB dan kesiapan dalam menghadapi kehamilan dan menjadi calon orang tua, menghindari kebiasaan yang tidak baik dan mendukung kebiasaan yang baik.
  3. Masyarakat dan perorangan ikut serta dalam upaya mencapai kehamilan yang sehat, ibu, keluarga dan masyarakat meningkat pengetahuannya tentang fungsi alat-alat reproduksi dan bahaya kehamilan pada usia muda.
  4. Bidan bekerjasama dengan kader kesehatan dan sektor terkait sesuai dengan kebutuhan

 

 

STANDAR 2 : PENCATATAN DAN PELAPORAN

Tujuan:

  1. Mengumpulkan, mempelajari dan menggunakan data untuk pelaksanaan penyuluhan, kesinambungan pelayanan dan penilaian kinerja.
  2. Bidan melakukan pencatatan semua kegiatan yang dilakukannya dengan seksama seperti yang sesungguhnya yaitu, pencatatan semua ibu hamil di wilayah kerja, rincian pelayanan yang telah diberikan sendiri oleh bidan kepada seluruh ibu hamil/ bersalin, nifas dan bayi baru lahir semua kunjungan rumah dan penyuluhan kepada masyarakat. Disamping itu, bidan hendaknya mengikutsertakan kader untuk mencatat semua ibu hamil dan meninjau upaya masyarakat yang berkaitan dengan ibu hamil, ibu dalam proses melahirkan,ibu dalam masa nifas,dan bayi baru lahir. Bidan meninjau secara teratur catatan tersebut untuk menilai kinerja dan menyusun rencana kegiatan pribadi untuk meningkatkan pelayanan.
  3. Terlaksananya pencatatan dan pelaporan yang baik.
  4. Tersedia data untuk audit dan pengembangan diri.
  5. Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kehamilan, kelahiran bayi dan pelayanan kebidanan.
  6. Adanya kebijakan nasional/setempat untuk mencatat semua kelahiran dan kematian ibu dan bayi.
  7. Sistem pencatatan dan pelaporan kelahiran dan kematian ibu dan bayi dilaksanakan sesuai ketentuan nasional atau setempat.
  8. Bidan bekerja sama dengan kader/tokoh masyarakat dan memahami masalah kesehatan setempat.
  9. Register Kohort ibu dan Bayi, Kartu Ibu, KMS Ibu Hamil, Buku KIA, dan PWS KIA, partograf digunakan untuk pencatatan dan pelaporan pelayanan. Bidan memiliki persediaan yag cukup untuk semua dokumen yang diperlukan.
  10. Bidan sudah terlatih dan terampil dalam menggunakan format pencatatan tersebut diatas.
  11. Pemerataan ibu hamil.
  12. Bidan memiliki semua dokumen yang diperlukan untuk mencatat jumlah kasus dan jadwal kerjanya setiap hari.
  13. Pencatatan dan pelaporan merupakan hal yang penting bagi bidan untuk mempelajari hasil kerjanya.
  14. Pencatatan dan pelaporan harus dilakukan pada saat pelaksanaan pelayanan. Menunda pencatatan akan meningkatkan resiko tidak tercatatnya informasi pentig dalam pelaporan.
  15. Pencatatan dan pelaporan harus mudah dibaca, cermat dan memuat tanggal, waktu dan paraf

 

  1. STANDAR PELAYANAN ANTENATAL

STANDAR 3 : IDENTIFIKASI IBU HAMIL

Tujuannya :

  1. Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur
  2. Ibu, suami, anggota masyarakat menyadari manfaat pemeriksaan kehamilan secara dini dan teratur, serta mengetahui tempat pemeriksaan hamil
  3. Meningkatnya cakupan ibu hamil yang memeriksakan diri sebelum kehamilan 16 minggu
  4. Bidan bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan kader untuk menemukan ibu hamil dan memastikan bahwa semua ibu hamil telah memeriksakan kandungan secara dini dan teratur
  5. Melakukan kunjungan rumah dan penyuluhan masyarakat secara teratur untuk menjelaskan tujuan pemeriksaan kehamilan kepada ibu hamil, suami, keluarga maupun masyarakat

STANDAR 4 : PEMERIKSAAN DAN PEMANTAUAN ANTENATAL

Tujuaanya :

  1. Memberikan pelayanan antenatal berkualitas dan deteksi dini komplikasi kehamilan
  2. Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal
  3. Bidan juga harus mengenal kehamilan resti/ kelainan khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS/infeksi HIV ; memberikan pelayanan imunisasi, nasehat, dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas
  4. Ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal minimal 4 kali selama kehamilan
  5. Meningkatnya pemanfaatan jasa bidan oleh masyarakat. Deteksi dini dan komplikasi kehamilan
  6. Ibu hamil, suami, keluarga dan masyarakat mengetahui tanda bahaya kehamilan dan tahu apa yang harus dilakukan
  7. Mengurus transportasi rujukan jika sewaktu-waktu terjadi kegawatdaruratan
  8. Bidan mampu memberikan pelayanan antenatal berkualitas, termasuk penggunaan KMS ibu hamil dan kartu pencatatan hasil pemeriksaan kehamilan (kartu ibu )
  9. Bidan ramah, sopan dan bersahabat pada setiap kunjungan

 

STANDAR PELAYANAN 5 : PALPASI ABDOMINAL

  1. Tujuannya :

Memperkirakan usia kehamilan, pemantauan pertumbuhan janin, penentuan letak, posisi dan bagian bawah janin

  1. Pernyataan standar :

Bidan melakukan pemeriksaan abdomen dengan seksama dan melakukan partisipasi untuk memperkirakan usia kehamilan. Bila umur kehamialn bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah, masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu

  1. Hasilnya :

Perkiraan usia kehamilan yang lebih baik

Diagnosis dini kehamilan letak, dan merujuknya sesuai kebutuhan

Diagnosis dini kehamilan ganda dan kelainan lain serta merujuknya sesuai dengan kebutuhan

  1. Persyaratannya :
    1. Bidan telah di didik tentang prosedur palpasi abdominal yang benar
    2. Alat, misalnya meteran kain, stetoskop janin, tersedia dalam kondisi baik
    3. Tersedia tempat pemeriksaan yang tertutup dan dapat diterima masyarakat
    4. Menggunakan KMS ibu hamil/buku KIA , kartu ibu untuk pencatatan
    5. Adanya sistem rujukan yang berlaku bagi ibu hamil yang memerlukan rujukan
    6. Bidan harus melaksanakan palpasi abdominal pada setiap kunjungan antenatal

 

STANDAR 6 : PENGELOLAAN ANEMIA PADA KEHAMILAN

  1. Tujuan :

Menemukan anemia pada kehamilan secara dini, dan melakukan tindak lanjut yang memadai untuk mengatasi anemia sebelum persalinan berlangsung

  1. Pernyataan standar :

Ada pedoman pengelolaan anemia pada kehamilan

  1. Bidan mampu :
    1. Mengenali dan mengelola anemia pada kehamilan
    2. Memberikan penyuluhan gizi untuk mencegah anemia
    3. Alat untuk mengukur kadar HB yang berfungsi baik
    4. Tersedia tablet zat besi dan asam folat
    5. Obat anti malaria (di daerah endemis malaria )
    6. Obat cacing
    7. Menggunakan KMS ibu hamil/ buku KIA , kartu ibu
    8. Proses yang harus dilakukan bidan :

Memeriksa kadar HB semua ibu hamil pada kunjungan pertama dan pada minggu ke-28. HB dibawah 11gr%pada kehamilan termasuk anemia , dibawah 8% adalah anemia berat. Dan jika anemia berat terjadi, misalnya wajah pucat, cepat lelah, kuku pucat kebiruan, kelopak mata sangat pucat, segera rujuk ibu hamil untuk pemeriksaan dan perawatan selanjutnya. Sarankan ibu hamil dengan anemia untuk tetap minum tablet zat besi sampai 4-6 bulan setelah persalinan.

 

STANDAR 7 : PENGELOLAAN DINI HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

  1. Tujuan :

Mengenali dan menemukan secara dini hipertensi pada kehamilan dan melakukan tindakan yang diperlukan

  1. Pernyataan standar :

Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenal tanda serta gejala pre-eklampsia lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya

  1. Hasilnya:

Ibu hamil dengan tanda preeklamsi mendapat perawatan yang memadai dan tepat waktu, penurunan angka kesakitan dan kematian akibat eklampsi

  1. Persyaratannya :

Bidan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, pengukuran tekanan darah

  1. Bidan mampu :

Mengukur tekanan darah dengan benar, mengenali tanda-tanda preeklmpsia, mendeteksi hipertensi pada kehamilan, dan melakukan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan

 

STANDAR 8 PERSIAPAN PERSALINAN

  1. Pernyataan standar:

Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ketiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan di rencanakan dengan baik

  1. Prasyarat:
    1. Semua ibu harus melakukan 2 kali kunjungan antenatal pada trimester terakhir kehamilan
    2. Adanya kebijaksanaan dan protokol nasional/setempat tentang indikasi persalinan yang harus dirujuk dan berlangsung di rumah sakit
    3. Bidan terlatih dan terampil dalam melakukan pertolongan persalinan yang aman dan bersih
    4. Peralatan penting untuk melakukan pemeriksaan antenatal tersedia
    5. Perlengkapan penting yang di perlukan untuk melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman tersedia dalam keadaan DTT/steril
    6. Adanya persiapan transportasi untuk merujuk ibu hamil dengan cepat jika terjadi kegawat daruratan ibu dan janin
    7. Menggunakan KMS ibu hamil/buku KIA kartu ibu dan partograf
    8. Sistem rujukan yang efektif untuk ibu hamil yang mengalami komplikasi selama kehamilan

 

 

 

  1. STANDAR PERTOLONGAN PERSALINAN

STANDAR 9 : ASUHAN PERSALINAN KALA SATU

  1. Tujuan :

Untuk memberikan pelayanan kebidanan yang memadai dalam mendukung pertolongan persalinan yang bersih dan aman untuk ibu dan bayi

  1. Pernyataan standar:

Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai, kemudian memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai, dengan memperhatikan kebutuhan klien, selama proses persalinan berlangsung

  1. Hasilnya :
    1. Ibu bersalin mendapatkan pertolongan darurat yang memadai dan tepat waktu bia diperlukan
    2. Meningkatkan cakupan persalinan dan komplikasi lainnya yang ditolong tenaga kesehatan terlatih
    3. Berkurangnya kematian/ kesakitan ibu atau bayi akibat partus lama.

 

STANDAR 10: PERSALINAN KALA DUA YANG AMAN

  1. Tujuan :

Memastikan persalinan yang bersih dan aman untuk ibu dan bayi

  1. Pernyataan standar :

Menggunakmengurangi kejadian perdarahan pasca persalinan, memperpendek dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap

  1. Persyaratan:
    1. Bidan dipanggil jika ibu sudah mulai mulas/ ketuban pecah
    2. Bidan sudah terlatih dan terampil dalam menolong persalinan secara bersih dan aman
    3. Tersedianya alat untuk pertolongan persalinan termasuk sarung tangan steril
    4. Perlengkapan alat yang cukup

 

STANDAR 11: PENATALAKSANAAN AKTIF PERSALINAN KALA III

  1. Tujuan :

Membantu secara aktif pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap untuk mengurangi kejadian perdarahan pasca persalinan, memperpendek kala 3, mencegah atoni uteri dan retensio plasenta

  1. Pernyataan standar :

Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap

 

STANDAR 12 : PENANGANAN KALA II DENGAN GAWAT JANIN MELALUI EPISIOTOMY

  1. Tujuan :

Mempercepat persalinan dengan melakukan episiotomi jika ada tanda-tanda gawat janin pada saat kepala janin meregangkan perineum.

  1. Pernyataan standar :

Bidan mengenali secara tepat tanda tanda gawat janin pada kala II yang lama, dan segera melakukan episiotomy dengan aman untuk memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum

 

  1. STANDAR PELAYANAN MASA NIFAS

STANDAR 13 : PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

  1. Tujuan :

Menilai kondisi bayi baru lahir dan membantu dimulainya pernafasan serta mencegah hipotermi, hipokglikemia dan infeksi

  1. Pernyataan standar:

Bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir untuk memastikan pernafasan spontan mencegah hipoksia sekunder, menemukan kelainan, dan melakukan tindakan atau merujuk sesuai dengan kebutuhan. Bidan juga harus mencegah dan menangani hipotermia

 

STANDAR 14: PENANGANAN PADA 2 JAM PERTAMA SETELAH PERSALINAN

  1. Tujuan :

Mempromosikan perawatan ibu dan bayi yang bersi dan aman selama kala 4 untuk memulihkan kesehata bayi, meningkatkan asuhan sayang ibu dan sayang bayi, memulai pemberian IMD

  1. Pernyataan standar :

Bidan melakukan pemantauan ibu dan bayi terhadap terjadinya komplikasi dalam dua jam setelah persalinan, serta melakukan tindakan yang di perlukan

 

STANDAR 15: PELAYANAN BAGI IBU DAN BAYI PADA MASA NIFAS

  1. Tujuan :

Memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi sampai 42 hari setelah persalinan dan penyuluhan ASI ekslusif

  1. Pernyataan standar :

Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga, minggu ke dua dan minggu ke enam setelah persalinan, untuk membantu proses pemulihan ibu dan bayi melalui penanganan tali pusat yang benar, penemuan dini penanganan atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas, serta memberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum, kebersihan perorangan, makanan bergizi, perawatan bayi baru lahir, pemberian ASI, imunisasi dan KB

 

 

 

  1. STANDAR PENANGANAN KEGAWATAN OBSTETRI DAN NEONATAL

STANDAR 16: PENANGANAN PERDARAHAN DALAM KEHAMILAN PADA TRIMESTER III

  1. Tujuan :

Mengenali dan melakukan tindakan cepat dan tepat perdarahan dalam trimester 3 kehamilan

  1. Pernyataan standar:

Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala perdarahan pada kehamilan, serta melakukan pertolongan pertama dan merujuknya

 

STANDAR 17: PENANGANAN KEGAWATAN DAN EKLAMSI

  1. Tujuan :

Mengenali secara dini tanda-tanda dan gejala preeklamsi berat dan memberiakn perawatan yang tepat dan segera dalam penanganan kegawatdaruratan bila ekslampsia terjadi

  1. Pernyataan standar:

Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala eklampsia mengancam, serta merujuk dan atau memberikan pertolongan pertama.

 

STANDAR 18: PENANGANAN KEGAWATDARURATANAN PADA PARTUS LAMA

  1. Tujuan : mengetahui dengan segera dan penanganan yang tepat keadaan kegawatdaruratan pada partus lama/macet
  2. Pernyataan standar:

Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala partus lama serta melakukan penanganan yang memadai dan tepat waktu atau merujuknya

 

 

 

STANDAR 19: PERSALINAN DENGAN MENGGUNAKAN VACUM EKSTRATOR

  1. Tujuan : untuk mempercepat persalinan pada keadaan tertentu dengan menggunakan vakum ekstraktor
  2. Pernyataan standar :

Bidan mengenali kapan di perlukan ekstraksi vakum, melakukannya secara benar dalam memberikan pertolongan persalinan dengan memastikan keamanannya bagi ibu dan janin / bayinya

 

STANDAR 20: PENANGAN RETENSIO PLASENTA

  1. Tujuan : mengenali dan melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi retensio plasenta total / parsial
  2. Pernyataan standar:

Bidan mampu mengenali retensio plasenta, dan memberikan pertolongan pertama termasuk plasenta manual dan penanganan perdarahan, sesuai dengan kebutuhan

 

STANDAR 21: PENANGANAN PERDARAHAN POST PARTUM PRIMER

  1. Tujuan : mengenali dan mengambil tindakan pertolongan kegawatdaruratan yang tepat pada ibu yang mengalami perdarahan postpartum primer / atoni uteri
  2. Pernyataan standar:

Bidan mampu mengenali perdarahan yang berlebihan dalam 24 jam pertama setelah persalinan (perdarahan postpartum primer) dan segera melakukan pertolongan pertama untuk mengendalikan perdarahan

 

 

 

 

 

STANDAR 22: PENANGANAN PERDARAHANPOST PARTUM SEKUNDER

  1. Tujuan : mengenali gejala dan tanda-tanda perdarahan postpartum sekunder serta melakukan penanganan yang tepat untuk menyelamatkan jiwa ibu
  2. Pernyataan standar :

Bidan mampu mengenali secara tepat dan dini tanda serta gejala perdarahan post partum sekunder, dan melakukan pertolongan pertama untuk penyelamatan jiwa ibu, atau merujuknya

 

STANDAR 23 : PENANGANAN SEPSIS PUERPERALIS

  1. Tujuan : mengenali tanda-tanda sepsis puerperalis dan mengambil tindakan yang tepat
  2. Pernyataan standar:

Bidan mampu mengamati secara tepat tanda dan gejala sepsis puerperalis, serta melakukan pertolongan pertama atau merujuknya

 

STANDAR 24: PENANGANAN ASFIKSIA NEONATURUM

  1. Tujuan : mengenal dengan tepat bayi baru lahir dengan asfiksia neonatorum, mengambil tindakan yang tepat dan melakukan pertolongan kegawatdaruratan bayi baru lahir yang mengalami asfiksia neonatorum
  2. Pernyataan standar:

Bidan mampu mengenali dengan tepat bayi baru lahir dengan asfiksia, serta melakukan resusitasi secepatnya, mengusahakan bantuan medis yang di perlukan dan memberikan perawatan lanjutan